Sentul City, Segera Dilengkapi Delapan Hotel Berbintang
Sentul City (3.100 ha), kota mandiri terbesar di selatan Jakarta yang
dikembangkan PT Sentul City, Tbk., ini telah menunjukkan progres
pembangunan yang luar biasa dalam 5 tahun terakhir. Bahkan, dalam
konstelasi bisnis properti tanah air prestasinya itu telah menyejajarkan
dirinya dengan township-township lain yang lebih dulu dikembangkan di
wilayah Tangerang dan Bekasi.
Khusus untuk subsektor perhotelan Sentul City sudah jauh lebih
unggul. Dengan keistimewaan lahan yang berbukit-bukit, udara pegunungan
yang segar, dan view alam sekitar yang menawan, serta memiliki
dua akses tol langsung, banyak investor yang telah tertarik
mengembangkan hotel di sini.
Tercatat sudah tiga hotel beroperasi,
yaitu: Harris Hotel (160 kamar), Neo Green Savana (70 kamar) dan Watanna
Hotel (33 kamar). Dari 263 kamar yang dioperasikan oleh ketiga hotel
tersebut tingkat hunian rata-ratanya sangat tinggi pada saat weekdays, dan fullbooked pada saa weekend atau libur nasional.
Pada hari Senin-Jumat, tamu hotel didominasi oleh corporate, sedangkan pada akhir pekan mayoritas tamu family. Yang membedakan hotel di Sentul City dengan hotel lain, banyak tamu corporate yang membawa anak dan istri. Saat si Bapak mengikuti meeting di Neo Green Savana Hotel di Taman Budaya misalnya, si ibu bersama anak mengikuti acara outbond yang ada di Taman Budaya.
Delapan Hotel
Menurut Andrian Budi Utama, Wakil Dirut PT Sentul City, Tbk., satu
hingga dua tahun ke depan akan beroperasi 6 hotel bertaraf internasional
sehingga menjadi delapan hotel dengan total kamar 1.874 unit.
Rinciannya kondotel The Alana Ah Pong (271 kamar) yang kelak dikelola
oleh Aston International terletak di dekat resto Ah Poong (Selengkapnya tentang resto Ah Poong baca HousingEstate edisi Maret 2013).
Hotel berikunya adalah Novotel Sentul Resort (220 kamar), dan Aston
Sentul Lake Resort & Conference Center milik Bank BCA Group. Ketiga
hotel tersebut sudah memasuki tahap konstruksi.
Kemudian yang sedang dalam tahap proses desain adalah Hyatt Regency
Sentul (220 kamar), Sentul Tower Hotel & Service Apartment (480
unit), dan Quest Sentul Nirwana (280 kamar). Sentul City juga melakukan
ekspansi keluar kota seperti pembangunan hotel Aston Senggigi Beach
Resort di Lombok.
Tingginya komitmen investor melakukan ekspansi usaha perhotelan di
Sentul City menandakan kepercayaan mereka terhadap prospek kota mandiri
yang terletak dekat kota Bogor ini sangat tinggi. Selain itu, penyediaan
delapan hotel merupakan komitmen developer menjadikan Sentul City
sebagai destination city sebagai salah satu pilar pengembangan
City of Innovation yang mengadopsi Mini Orlando, kota turis ternama di
Amerika Timur. “Tidak ada kota mandiri di Jabodetabek maupun tingkat
nasional yang memiliki 8 hotel/kondotel. Jumlah ini kemungkinan masih
akan bertambah mengingat banyaknya investor yang menyatakan minatnya
melakukan ekspansi bisnis ke Sentul City,” papar arsitek lulusan Unika
Parahyangan (Unpar) Bandung, itu.
Lima Pertimbangan
Minat konsumen membeli rumah, ruko, apartemen/ kondominium, dan
kondotel di Sentul Tinggi juga menunjukkan perkembangan yang terus
meningkat. Karenanya selama periode Januari-September 2013, total
penjualan residensial yang mencakup landed house, ruko, kondominium, dan
kondotel, naik 100 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Menurut Andrian, tingginya minat investor melebarkan sayap bisnis dan
konsumen membeli properti di Sentul City tidak lepas dari 5
pertimbangan. Pertama, secara makro kualitas hidup di Sentul
City jauh lebih baik di dibanding kota mandiri lain. Apalagi
developernya terus menerus menerapkan konsep green, seperti penyediaan eco park
yang berada satu komplek dengan resto Ah Poong, ruang terbuka hijau,
hutan kota, desain rumah yang memiliki banyak bukaan, memperbanyak
tempat penampungan air hujan, menningkatkan kapasitas air bersih dari
PAM Bogor, dll.
Kedua, lokasi Sentul City yang memiliki dua akses tol
langsung, yakni melalui pintu Sentul Selatan di ruas tol Jagorawi, dan
tol Bogor Outer Ring Road (BORR). Tol BORR tahap kedua dari perempatan
Jl. Pajajaraan-Jl. Raya Bogor ke Taman Yasmin (Jl. K.H. Soleh Iskandar)
saat ini sedang dalam proses pembangunan.
Ketiga, fasilitas yang dibutuhkan penghuni semakin lengkap.
Untuk fasilitas pendidikan misalnya, tersedia sekolah unggulan BPK
Penabur, Sekolah Fajar Hidayah, dan Sekolah Pelita Harapan. Untuk
jenjang perguruan tinggi tersedia Sekolah Tinggi Ekonomi Tazkia yang
diasuh oleh ahli ekonomi syariah DR. Antonio Syafei yang berada satu
komplek dengan Masjid Raya Andalusia. “Universitas Trisakti tidak lama
lagi sudah melakukan kegiatan kuliah di Sentul City yang berlokasi di
kawasan CBD di boulevard utama Jl MH Thamrin,” tutur Andrian.
Kemudian tersedia juga penunjang gaya hidup modern seperti Sentul
Iternational Convention Center (SICC) yang sudah sukses berkali-kali
menggelar event skala nasional dan internasional, lapangan golf Sentul
Highland, Mal Belanova, dll. Dalam waktu dekat sejumlah fasilitas gaya
hidup baru juga akan menambah keramaian Sentul City.
Untuk fasilitas kesehatan, belum lama RS Pertamedika Sentul City
tahap pertama juga telah dioperasikan dengan ditunjang tenaga medis
profesional dan peralatan modern. Sementara untuk fasilitas rekreasi,
sejak beberapa bulan lalu Jungle Land di Sentul Nirwana dengan 30 macam
permainan sudah soft opening. Keempat, infrastruktur di lingkungan Sentul City makin baik. Jalan boulevard dan lingkungan secara berkala di-overlay
aspal agar tetap mulus. Untuk menghindari antrian panjang saat memasuki
Sentul City, loket tol di pintu Sentul Selatan sudah ditambah dari 5
loket menjadi 9 loket.
Kelima, developer menyediakan beragam produk properti dengan
harga yang menarik, seperti apartemen berharga mulai Rp200 jutaan yang
terletak satu deretan dengan RS Pertamedika di kawasan CBD Sentul City
(25 Ha), hingga rumah-rumah menengah-atas seharga mulai Rp3 miliaran
hingga rumah mewah di atas Rp20 miliar per unit.
Sampul Depan Majalah
Salah satu rumah menengah-atas di Sentu City keindahannya dapat Anda
simak di sampul depan majalah HousingEstate edisi bulan Oktober 2013
ini. Rumah tersebut adalah tipe Viscosa 212/249 seharga Rp3,65 miliar,
setinggi 2,5 lantai menggunakan struktur up sloop di klaster
Viridis Montis. Rumah ini dilengkapi 4 kamar tidur, ruang tamu, ruang
keluarga, ruang makan dan dapur bersih, serta dapur basah, ruang cuci,
dan garasi berikut carport yang mampu menampung 4 mobil.
Selain tipe 212/249 di klaster yang sama juga tersedia pilihan lain,
yaitu tipe 222/242 seharga Rp3,79 miliar dan tipe 222/253 Rp4,1 miliar.
Pilihan lain di klaster Terrace Hill yang menyediakan tipe 88/144
seharga Rp1,23 miliar dan tipe 58/281 Rp1,79 miliar.
Di klaster Santorini Residence tersedia tipe Perissa 148/200 Rp1,99
miliar, tipe Fira 178/375 Rp3,07 miliar, dan tipe Caldera 200/200 Rp2,29
miliar. Di klaster Habiture Residence tersedia tipe Axis Villa,
Trilight Villa, Season Villa, Skyward Villa, dan Terrace Mansion seharga
mulai Rp7,02 miliar hingga Rp20,46 miliar.
Bagi yang ingin beli apartemen tersedia Sentul Tower Apartment yang
menawarkan beragam tipe, mulai tipe studio seharga mulai Rp200 jutaan
per unit. Kemudian untuk kondotel juga tersedia pilihan di The Alana
dengan menawarkan tipe Deluxe fully furnished standard bintang 4 dengan
luas bangunan mulai 32,60 – 37,20 m2 seharga mulai Rp1,42 miliar.
Konsumen memperoleh rental guarantee 2 tahun sebesar 16 persen, free stay 21 hari per tahun, free service charge, dll. [ADV]
sumber : Houstingestate.com





Tidak ada komentar:
Posting Komentar